Kelebihan dan kekurangan memakai CDN untuk optimasi website
Kelebihan dan kekurangan memakai CDN untuk optimasi website

Kelebihan dan kekurangan memakai CDN untuk optimasi web

Menggunakan CDN bisa mempercepat website, mengurangi beban hosting, menambah kapaistas website, meningkatkan bouce rate, dan lainnya. Tetapi di sisi lain CDN juga bisa memperlambat loading website, penurunan peringkat SEO website. Kenapa bisa begitu, apakah CDN perlu dan cocok dipasang diwbsite kamu?

Apa itu CDN

CDN atau Content Delivery Network adalah jaringan proxy server atau data center yang tersebar pada banyak posisi di dunia. Tujuan CDN adalah mengantarkan konten lebih cepat kepada pengguna website dengan menggunakan distribusi jaringan data centernya.

Content Delivery Network mulai dikenal sejak tahun 1990 akhir, ketika internet mulai booming dan terjadi lebih banyak bottleneck dan lag karena posisi hosting yang terlalu jauh ke visitor. CDN tidak sama dengan hosting dan VPS, CDN tidak menghost atau sebagai tempat penyimpanan file-file website, tetapi lebih seperti cache konten atau penyimpanan sementara yang bisa menghantarkan konten lebih cepat, ditambah posisi servernya yang menyebar. Jadi kalau hosting down, CDN juga tidak akan menghantarkan konten.

CDN bisa menghantarkan konten seperti halaman website (HTML), javascript, stylesheet, gambar, video, jquery dan lainnya. Dan popularitas CDN terus berkembang, terutama untuk website-website raksasa yang diakses dari seluruh penjuru dunia seperti facebook, amazon, netflix, dll.

Setiap kunjungan visitor pada sebuah website, membutuhkan waktu untuk menyampaikan permintaan konten (request) ke hosting dan hosting juga membutuhkan waktu untuk merespon dan melayani apa yang diminta oleh visitor tersebut. Proses ini dinamakan latency, atau latency adalah waktu bolak-balik dari browser ke server. Latency dan kecepatan akses/respon sebuah website dipengaruhi banyak hal, seperti jaringan, media, konten, router, jarak dan lainnya. CDN akan mempersingkat jarak, karena CDN posisinya menyebar.

Prinsip kerja CDN
Prinsip kerja CDN

Contohnya misalkan kita mau mengakses sebuah website yang dihosting di Amerika Serikat,   dengan adanya CDN, request kita akan dilayani lewat server (pops) di Singapura, sehingga konten akan lebih cepat terloading. Begitu juga misalkan vistor dari Australia akan dilayani lewat pops di Australia yang lebih dekat.

Pops adalah Points of Presence (PoPs) atau posisi dimana jaringan atau server cdn bisa berasa. CDN memiliki banyak pops, dan lokasi pops bisa berbeda-beda antara satu CDN dengan lainnya. Semakin menyebar pops, semakin dekat jarak antara visitor dengan  server yang akan melyani kontennya. Kecepatan CDN juga dipengaruhi oleh jenis CPU/komputer/server dan teknologi yang dipakai, walaupun mungkin lebih dekat, tetapi bisa saja lebih lambat karena pemrosesan data yang lambat oleh CDN tersebut. Ada CDN yang lebih memilih menempatkan lebih banyak pops, tetapi ada jug yang lebih memilih pops lebih sedikit tetapi dengan kapasitas CPU/server yang lebih tinggi.

Content Delivery Network mempunyai teknologi yang terus berkembang, banyak CDN yang selain menyediakan CPU high spec dan jaringan internet yang cepat, juga menyediakan fiitur tambahan optimisasi website seperti kompresi gambar dan webp, minify CSS/JSS, jquerry, load balancing, SSL/TSL,  dan lainnya untuk lebih mengoptimalkan kecepatan sebuah website, sekaligus mengurangi konsumsi bandwith kita. Terlebih untuk toko online, woocommerce, website gambar, streaming yang memerlukan loading cepat dan memakan bandwith yang tinggi, CDN sangat membantu disini.

Selain untuk kecepatan, CDN juga berfungsi sebagai benteng sekuriti tambahan. CDN bisa mendeteksi traffic-traffic jahat dan pola serangan pada website kita. Dengan komputer berkekuatan dan berteknologi tinggi, CDN sangat ampuh untuk mengkal serangan semacam DDoS floods. Sesuatu yang sulit jika harus ditangani sendiri. Sehingga website kita bisa berlindung dibalik CDN untuk menangkal serangan dan acaman yang mungkin mengganggu.

Perlukah memakai CDN

Jika kita membaca penjelasan di atas dan dari sumber lain, kita akan tahu kalau CDN bisa memberikan nilai yang positif untuk website kita. Tapi ada juga sisi negatif CDN yang perlu kita pertimbangkan. Berikut resume kelebihan dan kekurangan CDN.

Keuntungan menggunakan CDN

  • Kecepatan
    Konten yang diantar dari server yang lebih dekat dengan lokasi visitor dan optimasi tentunya akan mempercepat loading time sebuah website.
  • Keamanan
    CDN memliki infrastruktur yang sangat terjaga, jauh lebih ketat dari pada apa yang bisa dilakukan oleh blogger personal ataupun website kecil. Banyak website yang memakai CDN hanya sebagai tameng, ketika terjadi serangan atau banjir request ke website mereka dan tidak bisa dikontrol dan diatasi, website itu berpindah atau mengaktifkan CDN, untuk memblokir dan memfilter akses-akses jahat yang mau mengganggu website tersebut.
  • Kestabilan
    Dengan berkurangnya request langsung ke hosting/VPS, akan membuat load atau beban kerja yang lebih rendah pada CPU kita. Terutama untuk website-website yang memiliki pengunjung musiman atau trafik naik turun, seperti toko online atau blog yang hanya ramai di akhir tahun tetapi tidak ramai di bulan-bulan lainnya, biasanya memakai server yang tidak terlalu tinggi, dan cukup untuk kebutuhan bulanan biasa saja. Dengan memakai CDN, maka pada akhir tahun pun toko online/blog ini akan masih stabil, karena beban kerja akan terbagi ke CDN, sehingga website akan tetap lancar dan tidak down.

    Hal-hal di atas bisa meningkatkan SEO dan kepuasan pengunjung terhadap website kita. Banyak yang mengalami penurunan nilai bouce rate (pengunjung yang langsung keluar), peningkatan konversi pembelian toko online, peringkat yang lebih tinggi di SERP, dan visitor yang lebih banyak.
Rekomendasi GT Metrix untuk CDN
Rekomendasi GT Metrix untuk CDN

Kerugian menggunakan CDN

  • Harga dan biaya
    Harga mungkin salah satu alasan utama banyak website yang tidak menggunakan CDN.  Memang banyak content delivery networks gratis yang bisa kita pakai, tetapi memiliki keterbatasan, ntah karena fitur, jumlah request, bandwith dan lainnya, yang pada akhirnya memancing dan memaksa membayar untuk mendapatkan full feature. Harga CDN juga tidak murah, bahkan bisa lebih mahal daripada harga hosting/VPS yang kita pakai.
  • Kompleks / Ruwet
    Dengan memakai Content Delivery Network, website kita tidak akan lagi bergantung pada hosting dan VPS kita sendiri. Ada CDN yang harus kita komunikasikan dengan website kita, dan tambahan kontrol dan setup pada CDN itu sendiri. Walaupun cukup mudah untuk memakai CDN, tetapi sering kali terjadi konflik dengan plugin, dengan hosting, dengan jaringan internet, atau false alarm seperti CDN memblok visitor karena dianggap sebagai spam/attack, cache web admin sehingga tidak bisa login dan lainnya. Yang membuat kita harus memeriksa hosting dan CDN untuk melihat dimana masalahnya. Walaupun kebanyakan masalah bisa teratasi, tetapi setup website menjadi lebih rumit, karena ada lebih banyak hal yang harus kita atur dan sesuaikan.
  • Geolokasi
    CDN memang idealnya akan mengantarkan konten dari pops atau server terdekat dengan visitor. Mungkin akan ada saatnya sebuah server sedang full load, atau pada CDN gratisan  sebuah website akan menjadi prioriti terakhirir untuk memakai server yang terdekat. Sehingga misalkan visitor dari Indonesia, CDN akan mengirimkan konten dari Hong Kong, Eropa atau bahakan dari USA yang lebih jauh dari lokasi hosting kita sendiri. Hal ini akan membuat waktu loading yang lebih lama daripada ketika konten diantar langsung dari hosting aslinya.

    Sisi lain yang juga bisa berpengaruh secara tidak langsung adalah, ada juga yang menganggap CDN malah menurunkan peringkat di SERP dan visitor yang berkurang. Bisa jadi karena loading lebih lama karena posisi hosting/VPS sudah sangat dekat dengan visitor sebenarnya, atau karena konflik dengan plugin. Beberapa CDN juga membuat IP address kita berubah dengan IP yang dimana hosting kita berada. Dan IP dari CDN itu, juga dipakai oleh banyak website lain, yang kita tidak tahu website apa saja yang memiliki IP yang sama dengan kita. Jika IP itu dibanned atau diblacklist, kemungkinan besar kita juga bisa merasakan efeknya. Saya tidak bisa mengkonfirmasi pasti hubungan pengaruh IP dengan SEO, tapi memang cukup masuk akal.
Error 502 pada CDN
Error 502 pada CDN

Website apa yang cocok memakai CDN

Seperti yang kita ketahui, belum banyak CDN yang memiliki pops di Indonesia. Contohnya Cloudflare yang memiliki pops indonesia, tetapi pops Indonesia ini lebih banyak dipakai oleh website yang bayar. Untuk pengguna Cloudflare gratisan, konten lebih banyak diantar dari pops di luar Indonesia.

Sekarang pertanyaannya, perlukan sebuah website memakai CDN? Misalkan untuk sebuah website lokal yang ditujukan untuk pengunjung Indonesia, memakai hosting/VPS Singapura atau di Indonesia yang jaraknya lebih dekat. Perlukah memakai CDN yang nantinya mungkin menghantarkan konten dari pops Singapura, Jepang, atau bahkan Amerika Serikat yang jaraknya lebih jauh dari posisi hosting? Jawabannya tergantung, tergantung kebutuhan dan apa yang diharapkan dari CDN.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk perlu tidaknya memakai CDN:

  1. Sekuriti
    Jika website sering bermasalah dengan sekuriti terutama masuknya trafik-trafik yang mengganggu hosting seperti spam, fllod, attack dll, yang tidka bisa ditangani sendiri. CDN akan berguna untuk mengatasi masalah ini.
  2. Jika target visitor website ditujukan untuk global
  3. Hosting tidak mempunyai kemampuan yang memadai
    Ketika hosting  sudah menpunyai beban yang terlalu berat, ntah karena spec nya kekecilan, atau karena pengunjung yang membludak, kita bisa berbagi beban dengan CDN. Sehingga hosting tetap stabil. Walaupun mungkin untuk pengunjung lokal, waktu loading bisa jadi sedikit lebih lambat, tetapi ini masih lebih baik dari pada hosting yang lambat kerjanya karena kelebihan beban.
  4. Biaya/harga

Seperti website ini, spesifik untuk bahasa Indonesia, pengunjung lokal, tidak banyak visitor, hosting Singapura yang relatif dekat, dan sementara masih aman. Saya masih belum melihat lebih banyak keuntungan dengan CDN dibandingkan kerugian dan kerepotan yang akan bertambah.

Bagaimana CDN bisa mengatasi sekuriti DDoS website
Bagaimana CDN bisa mengatasi sekuriti DDoS website

Daftar CDN Terbaik

  1. Cloudflare
    Cloudflare adlaah CDN yang paling populer untuk blogger, website kecil dan profesional. Memiliki lebih dari 180 data center termasuk Indonesia, termasuk kemudahan mengintegrasi dengan website seperti wordpress. Didukung oleh banyak plugin, termasuk plugin cache terkemuka, sehingga mengintegrasikan wordpress dan cloudflare tidak sulit lagi. Banyak hosting juga yang bekerja sama dan memudahkan proses integrasi website dengan Cloudflare langsung dari c-panel.
    Harga: tersedia versi free tanpa batasan bandwith, harga CDN pro mulai dari $20 per bulan.
    Baca review dan komprasi performa sebelum dan sesudah memakai cloudflare.
  2. KeyCDN
    KeyCDN memiliki 34 data center, pops Jakarta masih dalam tahap rencana dan akan segera hadir. Key CDN mempunya performa server yang cukup baik, serta dukungan untuk optimisasi dan sekuriti yang cukup diakui.
    Harga: tidak ada versi gratis, metoda biaya dengan pay as you go sekitar $0.01/GB untuk trafik Asia.
  3. Stackpath
    MaxCDN bergabung dengan Stackpath beberpaa tahun lalu menghasilkan CDN yang lebih besar dan luas. Stackpath memiliki tambahan fitur load balancing, firewall, private EdgeSSL selain layanan standard CDN lainnya.
    Pilihan paket stackpath cukup beragam, bisa lebih menyesuaikan dengan kebutuhan  blog, harga mulai dari $10 per bulan.
  4. Google Cloud CDN
    Tidak perlu diragukan lagi untuk infrastruktur dan jaringan komputer Google. Kita bisa ikut masuk ke jaringan premium Google, dengan harga yang cukup murah, dan sudah ada lokasi Indonesia. Sayangnya setup CDN di Google CDN tidak terlalu user friendly.
    Tersedia $300 free trial untuk setahun yang bisa dipakai untuk google cloud compute, CDN, dan layanan Google Cloud lainnya. Mirip seperti layanan google lainnya, perhitungan biaya pay as you go, tetapi dengan parameter yang lebih kompleks.
  5. Amazon Cloudfront
    Salah satu CDN yang paling cepat, dan jaringan yang terus berkembang. Terintegrasi dengan layanan AWS, tetapi sulit untuk mengkonfigurasi CDN pada amazon untuk pemula. Memiliki free tier program untuk 12 bulan untuk layanan email, cdn, dan AWS vps gratis, dan setelahnya pay as you go dengan harga sesuai dengan wilayahnya.
  6. Akamai
    Salah satu layanan CDN yang paling tua dan banyak dipakai. Akamai mengkalim mereka melayani hampir 30% dari internet dunia, memiliki 275 ribu server di 135 negara. Akamai lebih untuk website besar yang memiliki tim tehnical khusus untuk mensetup dan memonitor CDN. Harga CDN akamai a pay as you grow model, dimana harga akan mengikuti perkembangan website tersebut.
  7. BunnyCDN
    Termasuk CDN favorit untuk blogger dan invidu, karena hargany yang murah. Memiliki pilihan standard, dan volume (untuk bandwith tinggi seperti streaming, dll), mulai dari 0.005 per GB. BunnyCDN juga memiliki fitur optimasi otomatis di dalamnya, untuk minify, kompresi file, webp dan lainnya. Tersedia free trail full access selama 14 hari .
  8. Sucuri
    Sucuri tidak hanya terkenal dengan produk sekuriti website (audi, malware scanner), tetapi juga sudah masuk ke CDN. Jadi untuk masalah sekuriti, Sucuri CDN sudah sangat berpengalaman dan mempunyai fitur-fitur kemananan ekstra. Tidak ada versi gratis, dan harganya adalah $199 per tahun termasuk CDN dan produk keamanan website.
Google CDN pop/server
Google CDN pop/server

Daftar CDN Gratis

  1. Cloudflare
    CDN gratis paling populer karena tidak ada ada batasan jumlah data dan bandwith. Mempunyai banyak settingan untuk fitur gratis, tetapi menjadi prioriti terakhir untuk mendapatkan pop yang terdekat.
  2. cdnjs.com dan jsdelivr.com
    cdnjs.com dan jsdelivr.com, sebuah open source CDN library untuk Java script, juga termasuk cdnjs bootstrap, cdnjs jQuery and cdnjs font awesome, vue, bootstrap, dan sejenisnya. Sehingga script dan library yang dipakai website kita, kita diantar lewat global CDN Network yang disupport oleh Cloudflare.
  3. Jetpack Photon
    CDN Jetpack didapat dengan gratis dari plugin Jetpack untuk WordPress. Dengan memakai plugin Jetpack kita bisa memilih untuk mengaktifkan CDN photon untuk gambar-gambar kita, tanpa batasan jumlah gambar. Jetpack sendiri seperti pelengkap WordPress, mempunyai fitur-fitur tambahan untuk fitur sosial, sekuriti, optimasi, interkasi dan lainnya. Tapi pengalaman menggunakan CDN photon jetpack tidak membuat loading gambar lebih cepat, mungkin juga karena lokasi visitor dari Indonesia.
  4. ArvanCloud dan Hostry
    Layanan CDN arvancloud dan hostrygratis sampai limit tertentu, 50 GB Traffic + 1 million HTTP/HTTPS Requests, selanjutnya akan dikenakan tarif pay as you go sekitar 0.050 Euro untuk traffik asia.
  5. Optimole
    Optimole adalah sebuah layanan untuk optimasi gambar lewat plugin Optimole di WordPress, yang juga mempunyai CDN untuk mempercepat loading gambar website kita. Optimole memakai CDN cloudfront dari Amazon yang dipastikan cepat dengan 200+ lokasi di dunia. Selain mengkompress gambar secara otomatis, optimole juga bisa menscale gambar dan memakai fitur lazy loading. Untuk versi gratis terbatas untuk 5000 visitor perbulan atau sekitar 166 gambar per hari.

Selain itu, layanan free trial Amazon selama satu tahun, dan free tier GCP $300 untuk pemakaian setahun juga bisa kita jadikan alternative untuk mencoba konfigurasi, fitur dan kecepatan yang dihasilkan oleh provider cloud compute raksasa ini.

CDN adalah teknologi modern yang bisa membantu meningkatkan performa website. Cara menggunakan dan mengaktifkan CDN tidak semua plug n play, ada beberap akonfigurasi lagi yang perlu kita atur untuk mendapatkan performa sesuai dengan yang kita mau. Setidaknya kita perlu mencoba agar tahu apakah CDN memang cocok apa tidak untuk website kita.