Panduan cara mengunakan dan membaca laporan Google Analytics
Panduan cara mengunakan dan membaca laporan Google Analytics

Panduan cara mengunakan dan membaca laporan Google Analytics

Dengan memasang Google Analytics di website kita, Google akan merekan dan menyimpan banyak sekali data, dan laporan Google Analytics akan mengeluarkan data-data yang tidak pernah kita bayangkan ada di website kita. Seperti umur, jenis smartphone user kita, apa saja yang di klik, berapa kali user bolak-balik, dan sebagainya.

Laporan Google Analytics

Google Analytics adalah sebuah tool tracking (pelacak) yang merekam aktivitas pada sebuah website. Setiap akun GA akan memiliki tracking ID sendiri, yang perlu dipasang di website, bersamaan dengan script nya. Data dari perekaman ini, akan dikirim dan dikumpulan dan ditabulasi menjadi angka, grafik, dan tabel yang bisa kita lihat di dashboard dan laporan Google Analytics.

Google Analytics kebanyakan hanya memberikan angka, dan tidak memberitahu apakah angka itu bagus atau tidak. Kita sebagai pengguna yang harus mengintepretasikan sendiri, apakah angka itu baik atau buruk. Kita juga sangat bisa memanfaatkan Google Analytics untuk mengetahui kebiasaan dan karakter pengunjung, pengaruh struktur, dan bagaimana performa website kita dibanding dengan website lain.

Google Analytics 4 Dashboard
Google Analytics 4 Dashboard

Data dari google analytics akan berbeda dari data tool analitik lainnya, seperti JetPack, histats, Bing Webmaster Tool, Cloudflare, php, dsb, karena semuanya memiliki metoda perekaman dan perhitungan yang berbeda-beda. Bagaimana mereka memfilter bot, time zone pelaporan, jenis trigger, akan menghasilkan angka yang berbeda. Tetapi Google Analytics termasuk tool tracking dan analisa yang terbaik, dan gratis. Untuk versi berbayar Google Analytics, bisa menggunakan Google Analytics 360 dengan fitur dan database yang lebih besar lagi.

Dengan memahami cara kerja, istilah dam format pelaporan Google Analytics, kita seharusnya bisa meningkatkan performa dan memperbaiki website kita agar lebih bagus lagi.

Selain itu data Google Analytics sering kali dipakai untuk menjual/mempromosikan atau menjadi acuan penilaian untuk sebuah website. Seringkali ketika kita mengajukan proposal atau masuk ke advertiser tertentu, mereka akan meminta data analytics sebagai pedoman performa website kita.

Jika dilihat sekilas, Google Analytics mungkin terlihat ribet sekali, terlalu banyak tabel dan data. Disini kita melihat satu per satu istilah dan pengertian pelaporan yang ada, bagaimana mengartikannya, dan implementasinya pada website kita.

Untuk mengakses dasboard Google Analytics, masuk ke https://analytics.google.com, disini kita bosa mendaftarkan beberapa website yang kita punyai, kemudian pilih website yang akan dianalisa performance nya.

Pada halaman depan (home) kita akan melihat resume atau inti sari dari data-data web kita. Ada banyak tabel dan grafik yang memiliki tujuan dan arti masing-masing. Dari sini saja kita sudah bisa melihat banyak hal tentang performa website kita.

Selanjutnya ada menu customization, yaitu tool untuk membuat laporan custom atau sesuai kebutuhan kita. Artikel ini akan fokus pada bagian report (laporan) Google Analytics yang berisi informasi lebih detail dan mendalam. Semua istilah dan arti resume, tabel, graphic di halaman muka juga akan dibahas disini.

Laporan analisis Real Time

Laporan real time berisi hal-hal yang sedang terjadi di website kita sekarang (live). Kita bisa melihat berapa user aktif sekarang ini, termasuk halaman apa saja yang dibuka oleh mereka secara live.  

Laporan real time tidak menceritakan data yang sudah lewat. Format, menu dan apa yang dilaporkan disini juga akan berulang pada menu dibawahnya, tetapi dengan data yang lebih lama, dan analisis data yang lebih berarti.

Laporan pengunjung real time di Google Analytics
Laporan pengunjung real time di Google Analytics

Google Analytics Audience

Laporan Google Analytics untuk acquisition akan banyak menceritakan tentang sifat, karakter, dan demographic pengunjung/visitor kita.

Overview dan istilah pada Google Analytics

User atau pengunjung/visitor adalah satu orang yang masuk ke website. Satu user bisa masuk beberapa kali, membuat beberapa session (sesi) dengan lebih dari satu page view. Satu user dengan user lain dibedakan berdasarkan cookies, satu orang yang masuk dari beberapa perangkat (dengan cookies) yang berbeda, akan dinyatakan lebih dari satu user.

Cookies ini semacam file kecil yang tersimpan di PC/gadget kita, disimpan oleh browser berisi alamat website yang kita kita kunjungi dan data lainnya. Sehingga kalau kita masuk ke website itu lagi, website itu tahu kita sudah pernah masuk kesana.

Sessions adalah satu kali kunjungan masuk ke website. Satu sesi bisa mempunyai lebih dari satu page view, event dan lainnya. Session timeout biasanya 30 menit, yang artinya jika pengunjung tidak aktif lagi dalam 30 menit, ketika dia aktif kembali akan dihitung sebagai sesi yang lain.

Mempunyai nilai session per user yang tinggi (lebih dari dua) artinya pengunjung masuk berulang-ulang, bisa mengindikasikan konten yang menarik. Website berita biasanya mempunyai session per user yang tinggi, karena user masuk berkali-kali untuk melihat update berita terbaru.

Pageview
Salah satu indikator yang paling penting selain user. Pageview adalah jumlah halaman yang dilihat oleh user. Kita bisa melihat konten yang paling populer dengan mensortir laporan berdasarkan jumlah page view.

Page/session
Angka pageview yang berlipat-lipat dari angka session mengatakan kalau user cukup banyak yang berpindah-pindah halaman/artikel pada website kita.

Sebaliknya, jika angka pageview hampir sama dengan session, artinya pengunjung masuk hanya melihat satu artikel, dan langsung keluar. Jika begini, mungkin konten kurang menarik, atau mungkin kita bisa menambah link atau gambar-gambar tentang artikel lain, seperti internal link, artikel terkait di tengan atau akhir artikel, widget/side bar, dan lainnya. Agar menarik bagi pengunjung untuk membaca atau masuk ke halaman lain di website kita.

Avg session duration adalah rata-rata waktu user di website dalam satu sesi. Waktu kunjungan ini bisa berbeda-beda karena konten/niche website. Untuk website atau blog tentang cerita, komik, anime, mungkin waktu kunjung cukup tinggi. Sedangkan website dengan berita/konten singkat biasanya akan membuat durasi sesi kecil. Tetapi jika kita merasa konten kita cukup panjang, dan waktu kunjung sangat cepat, bisa berarti konten kita tidak menarik.

Laporan user dan pageview pengunjung website
Laporan user, pageview, bounce rate pengunjung website

Bounce Rate
Bounce artinya memantul, user yang masuk dan hanya melihat satu halaman saja, dan langsung keluar. Bounce rate adalah nilai persentase berapa banyak user yang hanya melihat satu halaman saja.

Bounce rate rata-rata ada di angka 60-75%, bisa jadi terpengaruh niche, sebaiknya dibandingkan dengan bounce rate website yang sejenis. Biasanya semakin rendah bounce rate, dianggap lebih bagus, lebih banyak interaksi user pada website kita.

Pada sebuah halaman panjang dengan penjelasan yang lengkap dan detail, bisa saja user sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya, jadi dia tidak perlu membuka atau klik ke halaman lain. Hal ini bisa dikonfirmasi jika waktu kunjung cukup lama.

Tergantung selera website, ada banyak yang memakai trik-trik untuk menurunkan bounce rate dan meningkatkan retensi dan waktu kunjung serta menambah page view, dengan cara:

  • Pagination: membagi satu artikel/konten menjadi beberapa halaman, jadi user harus mengklik sesuatu untuk membaca kelanjutannya.
  • Infiniti Loading: scrol yang tidak habis-habis, bersambung terus ke konten selanjutanya.
  • Pop up exit: teknologi yang memunculkan pop up, ketika ada indikasi user mau keluar, biasanya ketika cursor mengarah ko pojok kanan atas untuk menutup tab tersebut. Munculnya pop-up ini bisa mencegah user mengklik close untuk melihat pop up tersebut.

Cara-cara ini juga dipakai untuk meload atau mengimpersi lebih banyak iklan/adsense.

 Active User

Untuk melihat user dalam periode waktu tertentu. Pilihannya untuk 1 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Dari sini kita bisa melihat trend dan progress user dibandingkan beberapa minggu ke belakang. Apakah visitor menurun, naik, atau sama-sama saja. Dan kalau mau dianalisa lebih dalam lagi, kenapa terjadi perubahan trend user ini?

Demographic

Data demographic adalah untuk data umur dan gender (jenis kelamin) pengunjung kita. Pelaporan dan pengumpulan data demografik ini bisa kita aktifkan atau non aktifkan.

Goole Analytics mengumpulkan data ini dari coockiesnya, cookies pihak ketiga, data aplikasi, kebiasaan, perilaku, dan lainnya untuk menyimpulkan umur dan jenis kelamin, jadi tidak akan akurat 100%.

Data demographic ini biasanya berhubungan dengan iklan. Dari data ini kita bisa melihat pangsa pasar pada website kita. Ketika mengajukan proposal sponsor, iklan, sponsored article, kita bisa mencari sponsor atau menulis sesuatu yang berkaitan dengan demografi yang dominan di website kita. Para pengiklan pastinya ingin mengekspos lebih banyak pada rentang umur dan jenis kelamin yang diincarnya.

Laporan pengunjung website berdasarkan umur
Laporan pengunjung website berdasarkan umur

Interests
Mirip dengan demographi, pada laporan interest kita juga bisa melihat apa saja minat dan kategori user-user yang masuk pada website kita.

Geo
Laporan Google Analytics untuk bahasa yang dipakai dan lokasi pengunjung. Lokasi tidak harus sama dengan bahasa, misalnya pengunjung lokal (Indonesia) bisa saja masuk memakai atau dari Google berbahasa Inggris.

Behavior

Apa beda new vs returning user?
New user menyatakan user yang belum pernah mengunjungi website kita sebelumnya pada periode waktu tertentu. Sedangkan returning user adalah visitor sudah pernah masuk sebelumnya, yang ditandai dari cookiesnya.

Website-website populer dan ternama biasanya mempunya persentasi returning user yang besar. Jika jumlah visitor kita stabil, dan nilai new visitor selalu kecil, artinya website kita stuck. Mungkin pangsa atau target user kita sudah jenuh, tidak ada lagi user-user baru yang bertambah. Disini kita perlu melakukan sesuatu, apakah merambah ke topik lain, atau memperbaiki konten agar peringkatnya naik di SERP.

Frequency dan Recency
Laporan ini untuk menyatakan seberapa sering dan seberapa lama pengunjung untuk datang kembali ke website kita. Website berita tentu saja mengejar nilai frekuensi yang tinggi dan recency yang rendah. Untuk blog yang update seminggu sekali misalnya, mungkin nilai recency akan lebih tinggi.

Engagement
Engagement ini menyatakan interaksi pengguna pada website kita.

Session Duration Bucket : berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum user melakukan sesuatu pada website, misalnya melakukan scroll, melakukan pembelian, melihat info akunnya dan lainnya.

Pagedepth: Laporan untuk melihat berapa banyak halaman yang biasanya dikunjungi user kita pada satu sesi.

Laporan ini melengkapi bounce rate, waktu kunjung untuk memberikan perspektif yang lebih dalam tentang kebiasaan user kita.

Technology

Teknologi untuk melihat jenis browser, operating system, ukuran layar (screen resolution), bahkan screen colors (16-bit, 24-bit, dsb), dan versi flash nya.

Dari laporan GA ini, kita bisa memaksimalkan atau memastikan kalau website kita kompatibel dan support untuk device yang berbeda-beda ini. Kadang ada beberapa tampilan website yang menjadi berantakan ketika dibuka dari browser tertentu atau ukuran tertentu. Misalnya format gambar webp yang belum didukung browser Safari, jika pengunjung kita banyak dari Safari atau device Apple, pastikan kalau gambar yang muncul untuk device itu sudah oke.

Mobile

Laporan Google Analytic untuk melihat device dan perangkat apa saja yang dipakai visitor mengunjungi website kita.

Sekarang ini, kebanyakan pengunjung pasti berasal dari mobile atau smarphone, bisa mencapai 90% atau lebih. Sedangkan pemakai desktop/laptop atau tablet pemakainya sedikit.

Jadi sangat penting untuk memakai theme dan template yang support mobile device, termasuk AMP (Accelerated Mobile Pages). Kebanyakan kita mendesain website dari dektop atau laptop. Menghabiskan banyak waktu untuk membuat desain yang terlihat bagus di desktop, padahal target visitor nya hanya 5 sampai 10%. Mengoptimalkan dan memeriksa tampilan website untuk mobile, penempatan iklan di mobile, jauh lebih penting dan berpengaruh pada kenyamanan vistor dan pendapatan website kita.

Cara melihat pengunjung datang dari desktop atau mobile-tablet
Cara melihat pengunjung datang dari desktop atau mobile-tablet

Jika kita sudah terdaftar pada Adsense, kita bisa menghubungkannya dengan Google Analytics, di laporan ini kita juga bisa melihat pendapatan, klik, impresi, CTR, eCPM berdasarkan jenis-jenis mobile device.

Saya sendiri tidak terlalu banyak mendalami dan mengerti bagaimana mengolah dan mengimplementasikan pembacaan laporan Google Analytics untuk jenisdan merk mobile ini.

Benchmarking

Benchmarking adalah fitur baru di Google Analytics. Fitur ini sangat berguna, karena dengan benchmarking data kita bisa membandingkan data analytics/tracking kita dengan weboste-website yang sejenis. Kita bisa memilih untuk membandingkan data analytik website kita dengan jenis industri/niche website atau aplikasi tertentu, region atau lokasi tertentu, dan jumlah data (session) nya.

Ada 3 jenis data yang bisa kita bandingkan, yaitu channel (sumber arus lalu lintas trafik), lokasi dan device. Dengan benchmarking ini kita bisa mengetahui performa website kita apakah lebih bagus atau lebih buruk dibandingkan website lain. Dan dari situ kita bisa merencanakan dan membuat perbaikan untuk meningkatkan performa website kita.

User Flow
Laporan user flow untuk melihat bagaiman perilaku user di website. Masuk dari halaman mana, apa yang dibuka setelah halaman tersebut, pada interaksi pertama-kedua-dan seterusnya. Perilaku dan alur ini bisa dipilih berdasarkan negara, umur, device dan lain sebagainya.

Google Analytics Acquisition

Laporan Google Analytics untuk acquisition akan banyak menceritakan tentang trafik website.

All traffic

  • Organic Search: trafik yang masuk melalui mesin pencari / SERP (Search Engine Result Page), biasa disebut juga dengan istilah trafik organik. Trafik organik ini adalah trafik berkualitas dan user yang paling ideal, karena memang mencari informasi dan jawaban untuk suatu hal.
  • Direct: trafik yang masuk langsung ke website, bisa lewat bookmark atau mengetik langsung alamat website di browser. Untuk website yang sudah dikenal atau ternama, biasanya trafik langsung ini lumayan tinggi. Makanya penting juga untuk mempunyai alamat domain/website yang mudah untuk diingat.
  • Referral: trafik yang masuk melalu link atau backlink dari website lain, termasuk dari iklan. Artinya user mengklik link sebelumnya, dan masuk ke website kita. Trafik ini bisa berkualitas atau tidak berkualitas. Misalnya jika masuk dari wikipedia karena ada refrensi link kita, mungkin user ini mau mencari tambahan informasi. Atau jika masuk dari website yang tidak berhubungan/spam, biasanya user seperti ini hanya masuk sebentar dan keluar lagi.
  • Social: trafik yang datang dari media sosial, seperti facebook, twitter, pinterest, reddit, dan sebagainya. Terlalu banyak trafik dari media sosial juga bisa berati buruk, bisa jadi karena kita terlalu banyak share dan spam link di medsos. Pengunjung seperti ini juga biasanya akan membuat bounce rate yang tinggi.
  • Others: sumber trafik selain yang termausk di atas.
Cara melihat sumber trafik dan visitor website
Cara melihat sumber trafik dan visitor website

Pada umumnya website yang bagus didominasi oleh trafik organik, dan direct. Walaupun tidak semua, tetapi trafik dari Referal dan Social cenderung  kurang bagus. Karena kita bisa memasang link sebanyak-banyaknya, memanipulasi link dan gambar, click bait, sehingga trafik yang masuk bukan orang-orang yang benar-benar mau melihat isi website kita. Google Adsense sering menolak, dan membatasi tayang iklan pada website kita jika kita mempunyai terlalu banyak trafik yang tidak berkualitas ini.

Source/Medium
Di laporan ini kita bisa melihat laporan dari website mana saja trafik organic kita berasal. Akan muncul data search engine dan media sosial apa saja yang mengarahkan ke website kita.

Refferals
Trafik dari backlink dan iklan, atau dari website yang dibuka sebelumnya, sebelum masuk ke website kita. Laporan ini akan termasuk pada trafik/pengunjung dari AMP, karena AMP dianggap adalah cache yang tersimpan di Google. Jika website kamu trafiknya tiba –tiba melonjak, biasanya akan terlihat disini apa penyebabnya. Trafik dari jingling, bot dan sejenisnya akan dilaporkan disini, biasanya alamatnya dari blogspot atau web-web aneh/spam yang tidak jelas. Tool untuk sumber trafik ini juga salah salat alat analisa penting ketika kita mengalami pembatasan iklan adsense.

Jika kita memasang iklan untuk menarik pengunjung ke wesbite kita, maka di laporan ini kita bisa melihat bagaimana performa iklan terhadap trafik. Campaign mana yang paling banyak menghasilkan trafik, jam iklan, keyword dan kata kunci yang dipakai ketika iklan kita muncul.

Dari sini kita bisa memperbaiki, dan meningkatkan performa iklan, mana yang paling cocok sesuai dengan target yang kita inginkan.

Search Console

Laporan ini untuk melihat performa artikel/post kita di serach engine/mesin pencari. Halaman apa yang paling banyak dibuka dari search engine, berapa banyak klik, CTR, posisi rata-rata di search engine, bounce rate dan lainnya.

CTR disini menyatakan persentasi link kita di klik per 1000 kemunculan (impresi) di hasil pencarian Google. Misalkan: jika angka CTR kita terlalu rendah dibandingkan impresinya, artinya link kita muncul di SERP tapi tidak ada yang mau klik. Bisa jadi karena judul atau meta tag yang kurang menjelaskan isi konten. Dan seterusnya, banyak analisa yang bisa kita lakukan dari data ini terkait SEO konten.

Countries dan device akan melaporkan berdasarkan negara dan device yang dipakai.

Queries
Laporan Google Analytics untuk kata kunci (keyword) apa yang membawa user masuk ke website kita. Laporan ini terhubung dengan dan bisa juga dilihat di Google Search Console. Penting untuk melihat performa kata kunci yang kita pakai, dan untuk mengoptimalkan SEO.

Social

Mirip dengan laporan trafik di atas, tetapi disini lebih detail lagi. Kita bisa melihat landing pages, atau halaman website yang paling banyak dikunjungi dari media sosial, termasuk link dan halaman apa saja yang dituju dari masing-masing media sosial itu.

Campaign

Laporan Google Analytics Campaign tujuannya untuk menganalisa trafik yang berasal dari iklan, marketing, kata kunci berbayar yang terpakai di iklan, serta menganalisa biayanya. Bisa dipakai oleh toko online atau woocommerce, bagaimana performa iklan mereka. Membandingkan biaya atau cost analysis untuk budget iklan terhadap pendapatan yang didapat dari trafik iklan tersebut.

Google Analytics Behaviour

Laporan Google anlytics untuk behavior akan banyak menceritakan tentang performa website.

Behavior flow, sama dengan user flow yang sudah dijelaskan di atas. Melihat perlaku website, bagaimana struktur website mengarahkan pengunjung dari landing page ke halaman-halaman lainnya.

Site Content

All Pages
Analisa untuk performa konten secara keseluruhan. Untuk melihat artikel konten yang paling populer dan paling banyak dibuka, dan atur pengurutan berdasakan page view terbanyak. Rubah rentang waktu untuk melihat performa halaman paling populer pada periode tertentu.

Content Drill Down, laporan analitik untuk melihat kategori-kategori apa saja yang paling populer, terbagi berdasarkan slug pada URL kita.

Landing page akan melaporkan halaman pertama yang dimasuki. Sedangkan exit page menyatakan halaman terakhir yang dilihat user sebelum keluar.

Laporan Google Analytics untuk kecepatan loading website
Laporan Google Analytics untuk kecepatan loading website

Site Speed

Laporan Google Analytis untuk melihat performa kecepatan website. Pada tab overview, kita bisa membagi laporan kecepatan berdasarkan browser, negara, dan page. Sebaiknya fokus untuk memaksimalkan kecepatan pada negara target, tidak semua negara harus bagus.

Memakai CDN memang bisa mempercepat waktu loading untuk banyak negara, tetapi bisa juga berakibat berkurangnya kecepatan pada negara target. Jadi atur strategi optimasi kecepatan dengan baik.

Page timing akan membandingkan halama-halaman kita dengan rata-rata website lain. Jika kita melihat banyak sekali garis merah (lebih lambat), artinya website kita lebih lambat dibandingkan rata-rata web yang lain.

Speed suggestion ini penting juga, kita bisa melihat halaman kecepatan loading pada halaman-halamam yang dengan page view terbanyak. Walaupun tidak dijamin dan berdampak langsung, dengan memperbaiki dan mengurangi waktu load pada halaman yang populer ini, bisa membuka peluang visitor dan retensi yang lebih tinggi.

Site Search

Site search adalah laporan di Google Analytic untuk melihat kata pencarian di website kita. Bukan kata dari search engine, tetapi kata yang dicari di search bar yang ada di website kita. Untuk mendapatkan data disini, kita harus mendifinisikan slug search yang dipakai website kita, dan menghubungkannya ke Google Analytics. Slug untuk pencarian biasnaya seperti: ?s= atau ?q=, ?_cari, tergantung pengaturan kita di website.

Dari data ini kita bisa melihat kata (search term) apa saja yang ingin dicari oleh pengunjung di website kita. Dari situ kita bisa melihat dan mulai membuat artikel atau informasi tambahan terkait kata tersebut, sehingga pengunjung yang nantinya mencari kata tersebut akan mendapat jawaban, atau jawaban yang lebih baik.

Events

Kita juga bisa menghubungkan event-event tertentu di website, untuk dikumpulkan adatanya pada Google Analytics. Misalkan trigger atau pemicu seperti klik iklan/banner manual, link afiliasi/affiliate, download, pop up, pengisian form dan sebagainya.

Menyimpan terlalu banyak data di database website juga bisa membuat website lebih lambat, jadi dengan mengalihkan datanya bisa mengurangi sedikit beban, dan tool reporting yang lebih fleksibel di Google Analytics ini.

Conversion

Pada google analytics kita juga bisa membuat goal/target yang ingin kita capai di website kita, dan melihat hasil data dan statistiknya di laporan ini. Contoh goalnya bisa seperti transaksi, pembayaran, pendaftaran user menjadi member, contact us, dan sebagainya.

Selanjutnya kita perlu memasukkan parameter-parameter untuk mengukur keberhasilan goal tersebut. Misalnya URL halaman terima_kasih ketika berhasil membayar, atau durasi user berapa lama di halaman tertentu, dan sebagainya.

Dari data itu, Google Analytics akan memberikan laporan untuk apa goal yang kita buat, berapa persen yang gagal, statistik untuk konversi menjadi goal dan sebagainya.


Banyak hal yang bisa kita eksplor dan anilisis pada Google Analytics. Pelaporannya bisa sangat detail, dengan kemungkinan bentuk laporan yang banyak sekali. Mungkin terlihat sangat kompleks, tapi sebenarnya format laporan yang berbeda-beda ini hanya untuk memudahkan tergantung apa yang ingin kita ketahui dari website kita.

Untuk tampilan grafik dan tabel yang lebih cantik, kita bisa memakai Google Data Studio, dimana kita bisa membuat mungkustom untuk visualisasi yang lebih menarik. Mungkin untuk presentasi ke client, sponsor dan sejenisnya. GA juga sudah tersedia pada versi Google Analytics 4, yang harus kita update dari dashboard admin jika mau memakai Google Analytics versi terbaru ini.

Banyak tool dan plugin yang memudahkan dan membuat sistem pelaporan yang terlihat lebih simpel dan mudah untuk dicerna dan dicari. Seperti Monster Insight, Analitify, Exactmetrics, Matomo, Plausible, dan lainya. Kebanyakan tool ini tidak gratis untuk mendapatkan fitur yang lengkap. Dan biasanya tool-tool ini membuat format tabel dengan data yang lebih simpel, dengan kata-kata yang lebih mudah dipahami, dan menggabungkan data-data yang  saling terkait, serta memberikan rekomendasi dan saran berdasarkan nilai terebut.

Hanya butuh sedikit waktu agar terbiasa dan tahu harus melihat dimana. Laporan Google Analytics ini merupakan bagian penting untuk terus mengoptimasi website kita.

FAQ Google Analytics

Bagaimana cara mengetahui hari apa dan jam berapa trafik paling tinggi?

Masuk menu Google Analytics Acquisition>> All Traffic>> Channel >> di bawah tabel klik secondary dimension >> pilih day of the week name. Maka akan muncul kolom tambahan membagi berdasarkan hari.
Untuk jam, gunakan cara yang sama, tapi menu yang dipilih adalah hour. Di tebel paling depan (home) juga sudah tersedia tabel warna untuk jumlah user berdasarkan hari dan jam.

Apa saja link dan backlink yang membawa trafik ke website saya?

Masuk menu Google Analytics Acquisition>> All Traffic >> Referrals. Disini akan ditampilkan link yang diklik user untuk masuk ke web kita, termasuk halaman yang dibuka user sebelum masuk ke website kita.

Bagaimana cara menghubungkan Google Analytics dangan Google Adsense?

Masuk menu Google Admin>> Di bawah kolom Property >> Product Linking, pilih AdSense Linking.
Kita hanya bisa menghubungkan akun adsenses yang juga terhubung pada Google akun yang sedang kita pakai untuk membuka Google Analytics ini.Cara menghubungkan Google Analytics dengan Google Adsense

Bagaimana cara melihat dari kota mana saja pengunjung website saya?

Masuk menu Google Analytics Audience>> Geo >> Locations >> pada tabel, klik negara untuk menampilkan kota-kota nya.

Bagaimana cara melihat page yang paling sering dikunjungi?

Masuk menu Google Analytics Behaviour >> Site Content >> All Pages, ubah rentang waktu untuk mengetahui artikel populer pada peride waktu tertentu. Gunakan juga filter pencarian untuk mencari berdasarkan judul konten/artikel tertentu, atau AMP.Cara melihat halaman paling banyak dikunjungi