Review BunnyCDN - Murah, Cepat, dan Simpel
Review BunnyCDN - Murah, Cepat, dan Simpel

Review BunnyCDN – Murah, Cepat, dan Simpel

BunnyCDN adalah salah satu CDN dengan performa dan harga yang terbaik. Bunny CDN banyak direkomendasikan oleh para blogger, karena harganya yang murah dan bersahabat bagi website-website pemula. Untuk website-website besar, lebih banyak memakai CDN premium yang harganya mahal sekali bagi website kecil. Tetapi, secara performa, bunny CDN mempunyai fitur yang melimpah, pengaturan yang simpel, dan kecepatan yang tidak kalah hebatnya.

BunnyCDN PoP untuk standard dan volume plan
BunnyCDN PoP untuk standard dan volume plan

Memiliki server/host yang tersebar di belahan dunia akan mepercepat loading website dan adsense kita jika diakses pengunjung yang bisa datang dari mana saja. Itulah prinsip CDN yang bisa membantu banyak hal terkait kecepatan dan keamanan website.

BunnyCDN sudah ada sejak 2015, bermarkas di Slovenia, dan sekarang sudah menjelma menjadi salah satu CDN favorit. Jika kita sering membaca forum diskusi para blogger dan progammer individu, maka nama BunnyCDn pasti sering disebut, bukan hanya karena harga, tetapi juga performanya.

Fitur BunnyCDN

  • 43 Data Centers di 6 Benua
    Yang terdekat dengan Indonesia adalah collocation (PoP) Singapura
  • Custom CDN Hostnames
    Kita bisa memakai nama subdomain untuk hostname, seperti cdn.namadomain.com, terlihat lebih rapi dan professional
  • Video Delivery
    Bunny CDN bisa dipakai untuk meng host video pada NVMe SSD, dengan jaringan yang luas dan 30 Tbps+ Network Backbone untuk kecepatan streaming yang tinggi. Termasuk penyimpanan file di cloud storage.
  • Dashboard dan Report
    Salah satu yang saya suka adalah dashboard yang simpel dan mudah dimengerti bagi para pemula sekalipun. Pengaturan menu dan fitur tertata baik, mudah untuk digunakan, billing, monitoring, integrasi API. Termasuk report real time, dan statistik website yang lengkap (data pengunjung, collocation yang dipakai, data transfer, dll).
  • Bunny Optimizer
    Bunny CDN juga memiliki fitur optimasi sendiri untuk website, seperti minification for CSS and JS, sistem caching, dan optimasi gambar termasuk optimasi gambar webp.
  • Keamanan dan proteksi
    Bunny CDN mempunyai sistem DDoS protection, blacklist IP, proteksi hotlink untuk mencegah serangan-serangan jahat pada website kita. Dan kita bisa memakai SSL kita sendiri, atau memakai SSL gratis (Let’s Encrypt) yang disediakan gratis.
  • Integrasi
    Sangat mudah untuk diintegrasikan dengan plugin-plugin optimiser WordPress seperti autooptimizer, WP-Rocket, EWWW Image Optimiser. Mereka juga mempunyai plugin sendiri khusus untuk WordPress: BunnyCDN – WordPress CDN Plugin. Jadi tidak usah khawatir kesulitan untuk mengkoneksikan website kita dengan CDN ini.

Untuk fitur lengkapnya bisa dilihat disini.

Jika mengacu pada cdnperf.com, Bunny CDN ada di peringkat 10-11 CDN tercepat di dunia.

Peringkat CDN dengan performa tercepat
Peringkat CDN dengan performa tercepat

Harga Bunny CDN

Ada 2 jenis layanan pada Bunny CDN yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan:

1. Standard Plan CDN

Untuk layanan website, wordpress, aplikasi standard yang membutuhkan kecepatan pengantaran konten ke seluruh dunia (43 PoP)

Harga:

ZonaHarga
Europe & North America$0.01 /GB
Asia & Oceania$0.03 /GB
South America$0.045 /GB
Middle East & Africa$0.06 /GB

2. Volume Plan CDN

Volume CDN lebih cocok untuk website atau aplikasi yang perlu bandwith tinggi (seperti streaming, video, dll), dan mengkonsumsi banyak data. Hanya memakai 8 PoP CDN, tetapi tetap memiliki fitur dan kecepatan yang sama dengan layanan standard.

BandwithHarga
500TB Pertama$0.005 /GB
Dari 500TB-1PB$0.004 /GB
Dari 1PB-2PB$0.003 /GB
Dari 2PB+$0.0025 /GB

Selain itu, ada produk tambahan seperti cloud storage dengan harga 0.02-0.03/GB, dan fitur bunny optimizer dengan harga $9.5/bulan.

Untuk harga layanan CDN lainnya yang ada di daftar:

CDN ProviderHarga
CacheflyMulai dari $495/bulan
FastlyMulai dari $0.12/GB
CloudflarePro version $20/bulan
CDNetworks$0.057/GB
KeyCDNZona Asia $0.10/GB

Untuk jaringan premium seperti Google CDN, Amazon AWS Cloudfront, Azure CDN, mempunyai perhitungan tagihan yang lebih kompleks, dan bisa dipastikan harganya jauh di atas BunnyCDN.

Dengan melihat peringkat performa di atas dan harga ditawarkan, maka tidak salah banyak yang memilih memakai BunnyCDN. Sekedar perbandingan dengan peringkat yang lebih tingi dari tabel di atas.

Daftar BunnyCDN gratis 14 hari

Bagi yang ingin tahu performa dan melihat isinya, Bunny CDN mnyediakan trial/coba 14 hari gratis.

Selama 2 minggu, kita bisa mencoba semua fitur CDN di Bunny CDN. Integrasinya mudah, dan untuk melepas atau disconnect juga mudah, tanpa ada downtime pada website kita.

Pendaftaran tidak membutuhkan billing dan kartu kredit, cukup dengan alamat email, kita sudah bisa memakai layanan gratis selama 14 hari. Untuk pendaftaran bisa lewat link ini: Daftar Free Trial 14 hari.

Selain itu, bisa dicoba juga kode kupon atau promo code ini, untuk menambah kredit yang bisa kita pakai kapan pun: GEEKDASHBOARD, GET5, LETFRIDAY-2020, WPLOGOUT, BECLIPSE5, WPSPEEDMATTERS.

Pengaturan dan cara pakai Bunny CDN

1. Buat Pull Zone

Yang perlu kita buat pertama kali adalah pull zone. Pull zone ini semacam alamat/host untuk file-file yang akan dilayani lewat CDN. Masukkan mana host, semua host berakhiran .b-cdn.net, dan origin URL yaitu alamat website kita. Kalau mau, nama host ini nanti bisa diganti juga menggunakan nama subdomain kita.
Selanjutnya pilih standard Tier atau Volume Tier sepertu yang sudah dijelaskan di atas.

Pull Zone dan plan di BunnyCDN
Pull Zone dan plan di BunnyCDN

Lalu pilih zona dari mana saja file kita akan dikirimkan. Misalkan kalau website kita hanya dikhususkan untuk pengunjung lokal atau satu region saja, maka tidak perlu mengaktifkan semua region untuk menghemat biaya. Kalaupun ada pengunjung dari luar zona, file tetap diantar dari Zona PoP yang kita pilih, jadi mungkin menjadi sedikit lambat.

Klik add Pull zone untuk mengaktifkan pull zone ini.

2. Custom Host name

Langkah ini adalah optional. Untuk yang ingin memakai sub-domain sebagai pull zone, bisa menambahkan CName khusus sebagai host. Misalnya cdn.namadomain.com, perlu dibuat dari dashboard domain managemen dimana kita mendaftarkan domain tersebut. Dan semua integrasi yang sudah dibuat juga perlu memakai nama custom host ini.

3. Integrasi ke website

Setelah itu kita akan dminta untuk menghubungkan ke website, Bunny CDN menyediakan cara untuk mengintegrasikannya dengan website, WordPress, Joomla, Drupal.

Bunny CDN Plugin
Plugin official dari BunyCDN, hanya untuk mengkonekkan wordpress dengan BunnyCDN, tanpa tambahan fitur optimasi. Setelah menginstall plugin, buka panel nya dari dalam WordPress, dan masukkan data yang diminta. API bisa dipakai agar kita bisa melakukan perintah purge cache/clear cahe CDN dari WordPress tanpa perlu masuk dashboard Bunny CDN

Integrasi WordPress dan Bunny CDN
Integrasi WordPress dan Bunny CDN

Cache plugin
Cache-cahe plugin lain juga bisa diintegrasikan dengan mudah. Selama plugin itu mendukung CDN, maka Bunny CDN bisa dihubungkan. Kita cukup memasukkan alamat pull zone dan URL original, dan mungkin memilih file-file apa saja yang akan dikirim lewat CDN.

4. Cek integrasi

Selanjutnya kita perlu memeriksa apakah file kita sudah dikirimkan dari CDN. Jika kita memakai plugin cache, pastikan kita sudah clear cache sebelumnya. Cara yang paling mudah bisa dilakukan lewat browser chrome atau firefox.

Cek konten sudah dikirim lewat CDN
Cek konten sudah dikirim lewat CDN

Buka website kita lewat incognito mode atau private browsing, tekan F12 untuk masuk developer mode, lalu lihat di tab sources. Perhatikan file di bagian page, refresh lagi, seharusnya sudah ada file yang dikirim dari host CDN yang kita buat tadi. Jika sudah ada, artinya integrasi sudah berhasil.

Performa Bunny CDN

Bagaimana kecepatan website setelah memakai Bunny CDN? Peningkatan kecepatan bisa berbeda-beda, karena faktor lokasi kecepatan host dan lokasi pengunjung bisa membuat hasil yang berbeda.

Untuk test kali ini saya memakai VPS Upcloud Singapura, dummy website wordpress dengan theme Astra, standard tier dengan memakai semua PoPs. Test juga dilakukan dengan integrasi lewat plugin bunny CDN (tanpa cache), dan integrasi dengan plugin cache (WP Fastest Cache).

Hasilnya sebagai berikut:

GT MetrixWebpagetestGoogle Lighthouse
Tanpa CDN6.2 detik6.318 detik19
CDN dengan Plugin Bunny CDN5 detik6.184 detik16
CDN dengan cache plugin3.3 detik4.899 detik54

GTMetrix menggunakan server Australia, webpagetest menggunakan server test jakarta.

Kesimpulan Review

Tanpa plugin cache, ada peningkatan kecepatan sekitar 20%. Sementara jika diintgrasikan lewat plugin cache, peningkatannya menjadi hampir 50%.

Hasil optimasi WP Fastest Cahe + BunnyCDN di Google Lighthouse
Hasil optimasi WP Fastest Cahe + BunnyCDN di Google Lighthouse

Adanya cache dan tool optimisasi lainnya akan membuat performa Bunny CDN menjadi lebih cepat. Tidak harus memakai fitur Bunny Optimizer yang harganya cukup mahal, sekitar $9.5 per bulan atau sekitar $114 per tahun. Cukup dengan plugin optimasi gratis seperti WP Fastest Cache sudah memberikan peningkatan performa. Mungkin jika memakai plugin premium WP-Rocket yang harganya $49/tahun, performa akan meningkat lebih jauh.

Dari laporan traffic real-time, beberapa kali saya melihat Bunny CDN menggunakan PoP Amerika /Eropa untuk pengunjung yang berasal dari Indonesia, tetapi collocation Singapura tetap yang paling banyak digunakan. Mungkin karena PoP terdekat sedang sibuk, dan algortima Bunny CDN merasa akan lebih cepat jika dikirim dari lokasi lain. Tetapi secara overall, Bunny CDN memberikan performa yang sangat baik mengingat harganya yang murah.

Walaupun BunnyCDN menyatakan, kecuali jumlah lokasi, tidak ada perbedaan antara plan standard dan volume plan. tetapi saya juga sempat mencoba memakai website dengan volume plan, dan hasilnya lebih lambat dari pada CDN standard plan.

Tim teknikal serice dan support juga selalu menjawab pertanyaan jika kita mengalami masalah. termasuk artikel-artikel support yang menjelaskan untuk panduan dan troubleshooting yang mungkin kita alami.

Untuk website yang sudah cukup besar, dan dikunjungi puluhan/ratusan orang secara bersamaan akan cocok memakai Bunny CDN. Mengurangi beban hosting/VPS, dan menjamin kecepatan loading untuk pengunjung yang datang dari mana pun.

Untuk website kecil, dengan hosting lokal atau yang dekat seperti Singapura, tetap akan merasakan peningkatan kecepatan. Tetapi perlu dipertimbangkan biaya yang dikeluarkan dengan hasil atau peningkatan trafik yang di dapat. Bisa mempertimbangkan cloudflare gratis, yang cukup membantu untuk masalah keamanan website, tetapi untuk kecepatannya tidak terlalu signifikan.

Biaya dan harga BunnyCDN memang sangat murah dibandingkan CDN lainnya, performanya pun tidak jauh ketinggalan. Penghematan biaya bisa kita pakai untuk tool optimasi premium, dan tidak perlu mengandalkan optimasi dari CDN yang biasanya performanya masih kalan dengan plugin langsung di website.