Alasan kenapa Google adsense ditolak dan cara mengatasinya
Alasan kenapa Google adsense ditolak dan cara mengatasinya

10 Alasan kenapa Google adsense ditolak dan cara mengatasinya

Pengajuan Google adsense yang ditolak, karena website dianggap masih belum memenuhi standard Google untuk bisa menampilkan iklan. Pemasang iklan juga ingin agar iklannya muncul di website dan halaman yang bersih, berkualitas, dan kompeten.

Mungkin kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk membuat website yang menarik. Tetapi ketika akan monetasi dengan memasang iklan Google adsense, pengajuan kita ditolak mentah-mentah. Kenapa?

Persetujuan adsense oleh Google kadang penuh misteri, setiap website bisa diperlakukan unik. Alasan penolakan adsense juga tidak pernah teruraikan dengan jelas, bisa jadi karena satu alasan atau banyak alasan.

Alasan Google Adsense ditolak

Berikut ini 10 hal yang menjadi alasan kenapa pengajuan Google adsense ditolak.

1. Konten bermasalah

Content is the king, ya, konten adalah pertimbangan utama untuk diterima atau ditolak pada aplikasi Google Adsense. Beberapa masalah yang membuat penolakan adsense pada konten dan isi website dengan pengajuan iklan adalah:

  • duplikat/plagiarsm : konten yang tidak orginal, copas, duplikat, plagiarsm, konten terjemahan (translate), AGS (Auto Generated Content). Semua ini adalah konten-konten yang tidak memberikan nilai lebih, dan tidak berarti. Bukan hanya untuk tulisan, tetapi juga gambar-bambar copyright yang dipakai tanpa izin.   Alasan penolakan contohnya : “Valuable inventory: Scraped content”.
  • Illegal konten: konten kekerasan, hoax, pornografi, judi, bajakan, dan hal-hal buruk atau ilegal  lainnya. Alasan penolakan : “content policy violation”.
  • minimum post : Alasan penolakan: “thin content, no added value”. Hal ini disebabkan konten atau website yang tidak berarti. Bisa karena isi website masih terlalu sedikit. Atau juga karena isi konten kurang berkualitas dan tidak memberikan informasi apa-apa, atau konten-konten yang terlalu pendek.
Pelanggaran privacy policy untuk Google Adsense
Pelanggaran privacy policy untuk Google Adsense

Ini adalah panduan dari google untuk ketentuan dan larangan bagi website/publisher: Google Publisher Policies, Google Publisher Restrictions.

Beberapa jenis website bisa membuat persetujuan yang lebih rumit, misalnya website toko online, karena pada dasarnya website itu bertujuan agar pengunjung mengklik produk, bukan iklan. Atau website niche agama, karena bisa memunculkan iklan yang bias/rancu.

2. Umur Website

Walaupun tidak ada peraturan tertulis, tetapi kebanyakan website yang diterima di google adsense biasanya berumur 6 bulan ke atas. Negara-negara seperti India, Pakistan, Indonesia sepertinya termasuk negara yang masuk pengawasan lebih ketat. Mungkin karena banyak sekali website dan akun adsense yang diperjual-belikan, termasuk site flipping. Apalagi sekarang ini, dimana banyak sekali yang mendaftar ke google adsense, jadi untuk pemilik website baru harus bersabar.

3. Di bawah 18 tahun

Akun google adsense tidak untuk yang berumur di bawah 18 tahun. Akun google bisa dibuat untuk yang berumur 13 tahun ke atas. Tetapi untuk adsense memiliki kriteria umur yang berbeda dengan akun Google biasa.

4. Duplicate adsense akun

Tambahan untuk itu biasanya yang sering dikeluhkan para blogger adalah duplicate-account ketika mendaftar google adsense. Hal ini belum/tidak terkait dengan masalah websitenya, tetapi karena satu orang hanya bisa memiliki satu akun google adsense. Akun adsense lama harus ditutup terlebih dahulu, sebelum bisa mengajukan dengan akun adsense yang lain.

Masalah ini juga bisa terjadi karena beberapa aku yang menggunakan IP atau komputer yang sama, karena serumah, sehingga dianggap saling berhubungan. Jika ini kejadiannya, sebaiknya pakai perangkat dan jaringan yang berbeda.

Akun ganda atau duplicate account Adsense
Akun ganda atau duplicate account Adsense

5. Website down

Website harus dalam keadaan aktif dan bisa diakses. Jika website sering down lama, atau mungkin mem-blok negara tertentu yang kebetulan dipakai google untuk verifikasi, maka kecil kemungkinan untuk diterima. Gunakan web hosting atau VPS hosting yang mumpuni.

6. Traffic / Visitor

Traffic tidak berkorelasi dengan persetujuan adsense, yang artinya dengan vistor/pengunjung minimum atau nol pun kita bisa diterima. Dan traffic atau pengunjung nol lebih baik dari pada fake traffic.

Traffic yang datang ke website juga berpengaruh untuk kualitas website. Kualitas traffik yang rendah bisanya datang dari membeli traffic, platform traffic exchage, traffic bot/spam. Traffic dari social media juga kadang bisa dikategorikan sebagai kualitas rendah, banyak yang memakai cara click bait, sehingga pengunjung Cuma masuk sebentar dan langsung pergi.
Google tidak mau iklan terimpresi atau di klik oleh trafik kualitas rendah yang sebenarnya tidak tertarik dengan iklannya.

7. Adsense code

Pemasangan kode publisher adsense walaupun mudah tetapi banyak yang lupa. Tetapi sekarang ini sepertinya mekanisme pendaftaran google adsense sudah mengharuskan kode terpasang sebelum bisa diverifikasi. Cara pemasangan kode adsense ini cukup mudah dan cepat, dan pastikan kode yang terpasang benar.

Contoh ad unit code Google adsense:

<script data-ad-client="ca-pub-1234567890123456" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

8. Desain website

Sebaiknya rapikan desain dan tampilan website sebelum mendaftar adsense. Menu navigasi yang teratur dan tidak menyesatkan, tampilan yang bersih, akan membuat peluang diterima lebih besar. Pop up-pop up tidak perlu dan mengganggu sebaiknya dihapus saja. Pastikan website sudah rapi dan mudah dilihat dan dipakai oleh pengunjung, agar layak dipasang iklan.

Tidak ada template theme tertentu yang bisa menjamin adsense, selama tampilannya bersih, teratur dan jelas, maka peluang kita akan lebih besar untuk diterima.

9. Halaman tambahan

Ada beberapa page tambahan yang perlu dibuat agar website lebih jelas dan profesional. Tentu saja halaman tentang saya/about us, yang berisi siapa di balik website itu, tujuannya, dan informasi lainnya.

Termasuk kemudahan untuk menghubungi website, sebaiknya buat halaman khusus untuk “contact us”.
Tambahan lainnya yang perlu dibuat adalah halaman privacy policy, bisa ditambahkan juga dengan term and condition. Privacy policy biasanya sudah ada bawaan dari WordPress, tinggal dipublish. Atau jika ingin membuat baru, bisa menggunakan terms and conditions generator, dengan memasukkan informasi yang benar.

Dengan membuat tambahan halaman ini, website kita akan menjadi lebih kompeten dan bertanggung jawab.

10. Website flagged

Kejadian ini jarang terjadi, tapi bisa saja menjadi masalah. Sebelum membeli domain/website, sebaiknya kita mengecek apakah website itu sudah pernah dipakai atau belum, dan bagaimana statusnya. Jika website/domain tersebut pernah di banned, maka kita akan mengalami hal yang sama. Untuk melihat sejarah isi dari website bisa dicek di : archive.org, dan untuk google action diperiksa dari search.google.com >> security & manual actions (hanya jika website itu sudah kita daftarkan).

Website yang bermasalah
Website yang bermasalah

Pernah di banned: Jika akun gmail pernah dipakai untuk adsense dan kena banned, maka akun itu tidak bisa dipakai lagi seumur hidup untuk membuka akun adsense yang baru. Dan solusinya adalah melamar lewat akun gmail atau google yang berbeda.

Pengajuan google adsense ini akan diverifikasi oleh pihak Google, termasuk verifikasi oleh manusia. Walaupun memiliki protokol dan standard yang sama, tetapi bisa memiliki justifikasi yang berbeda. Dua website dengan jenis dan struktur yang sama, bisa saja satu diterima yang lainnya ditolak.

Cara mengatasi adsense yang tidak disetujui

Google akan memberikan alasan kenapa pengajuan ditolak. Persetujuan dan penolakan adsense akan dikirimkan ke email, biasanya dari beberapa hari bahkan bisa sampai sekitar 2 minggu. Alasan penolakan akan disebutkan, bisa kita lihat di dashboard adsense, walaupun penjelasannya tidak spesifik. Kita bisa melakukan peninjauan atau melamar kembali, tentu saja setelah memperbaiki kesalahan tersebut.

  1. Buat konten yang original, bermutu, bisa menjawab pertanyaan dan memberikan informasi yang bermanfaat.
  2. Hapus semua konten-konten ilegal dan duplikat. Jangan memakai konten orang lain, jika menggunakan jasa penulis, cek lagi hasil tulisan untuk menghindari duplikat konten.
  3. Pastikan website aktif, dengan kode adsense yang terpasang.
  4. Jangan membeli trafik atau memakai software untuk mendatangkan trafik.
  5. Perbaiki desain dan tampilan website, pastikan menu bisa diklik dengan baik, tidak ada link yang kosong, serta menu/link about us/contact us/policy/terms condistions yang bisa diakses di halaman website.
  6. Walaupun Google adsense bisa disandingkan dengan iklan lain, jika ada iklan lain terpasang sebaiknya ditarik atau dihilangkan terlebih dahulu. Termasuk untuk link atau banner affiliate, website akan terlihat lebih bersih. Tambahan iklan/adsense dari provider lain dan link affiliate bisa kita kembalikan lagi setelah adsense disetujui.
  7. Jika semua sudah diperbaiki, bisa melakukan submit ulang.
Konfirmasi perbaikan dan submit ulang
Konfirmasi perbaikan dan submit ulang

Tidak ada batasan yang pasti untuk berapa kalai kita bisa melakukan submit ulang pengajuan Google Adsense ini. Setidaknya lakukan setelah sebulan, walaupun ada juga yang setelah beberap hari langsung mengajukan ulang dan diterima. Tetapi ada juga website yang dihold pengajuannya karena terlalu sering dan terlalu cepat.

Website ini wpidn.com berhasil pada pengajuan kedua, setelah berumur 7 bulan. Jangan terlalu kahawatir jika pengajuan adsense tidak disetujui, yang penting kita melakukan perbaikan. Banyak website yang akhirnya diapprove adsense pada pengajuan hampir 10 atau belasan kali.

Jika sudah disetujui untuk bisa menampilkan iklan adsense, bukan berarti kita bebas untuk mengubah website, tetap harus mengacu kepada privacy policy dari Google. Pelanggaran terhadap ini, cepat atau lambat akan dikenai pembatasan iklan dan permanent ban.